Karya : Muhammas Abdul Rijal
Editor : Farikin
KETIKA HATI T’LAH
BERKOMITMEN
Langkah demi langkah telah membawa serangkaian kata yg
terucap dalam hati.
Membuat semua perbuatan menjadi lebih berarti dari yg sewajarnya.
Membuat semua perbuatan menjadi lebih berarti dari yg sewajarnya.
Mengiringi waktu dan hembusan angin yg terpikat oleh satu
tujuan.
Angan dan harapan selalu dipuja dan selalu menjadi peran utama dalam kehidupan.
Angan dan harapan selalu dipuja dan selalu menjadi peran utama dalam kehidupan.
Apa yg terasa dalam hati selalu menjadi pertanyaan yg selalu
terbayangkan selanjutnya.
Kepada siapa hati ini akan berpijak ?
Entah lah..
Hanya do’a dan ikhtiar jalan penerang dalam menemukannya.
Namun tak hanya itu.
Terlintas pikiran dalam hati, bahwa ada niat yg kuat untuk
menepatkan satu tujuan dalam hati.
Hanya saja, mampukah hati ini akan bertahan ?
Yang jelas, ketika sudah terucap, mau tidak mau resiko siap
menghadang.
Itu semua tidak jadi beban pikiran ketika hati telah
berkomitmen.
Apa yg dia perbuat dan apa yg dia rasakan, kita hanya bisa
membantu untuk membuatnya bahagia walau dia tak berpihak untuk kita.
Ketika dia sedih dan ketika dia bimbang, jangan seakan
membuat kita pun seperti itu.
Bantulah dia untuk bangkit menghadapinya dengan senyuman J
Dan sampai akhirnya dia telah mempunyai keputusannya
sendiri, apapun hasilnya.
Mari kita berkata, “AKU AKAN BAHAGIA JIKA ITU MEMBUATMU
BAHAGIA”.
Ingat, kesetiaan bukan diukur atas rasa belas kasihan, namun
kesetiaan dilihat dari hati yg telah berkomitmen.
0 komentar:
Posting Komentar
Komentar lah dengan bijak !!